sponsor 2

Saturday, January 1, 2011

TARIF DASAR LISTRIK UNTUK KEPERLUAN BISNIS

NO. GOL. TARIF BATAS DAYA REGULER PRA BAYAR
(Rp/kWh)
BIAYA BEBAN
(Rp/kVA/bulan)
BIAYA PEMAKAIAN (Rp/kWh) DAN BIAYA kVArh (Rp/kVArh)
1. B-1/TR 450 VA 23.500 Blok I:s.d. 30 kWh : 254
Blok II di atas 30 kW :420
535
2. B-1/TR 900 VA 26.500 Blok I : 0 s.d. 108 kWh : 420
Blok II : di atas 108 kWh : 465
630
3. B-1/TR 1.300 VA *) 795 795
4. B-1/TR 2.200 VA s.d. 5.500 VA *) 905 905
5. B-2/TR 6.600 VA s.d. 200 kVA **) Blok I : H1 x 900
Blok II : H2 x 1.380
1.100
6. B-3/TM di atas 200 kVA ***) Blok WBP = K x 800
Blok LWBP = 800
kVArh = 905 ****)
-


Catatan :

*) Diterapkan Rekening Minimum (RM):
RM1 = 40 (Jam Nyala) x Daya tersambung (kVA) x Biaya Pemakaian.
**) Diterapkan Rekening Minimum (RM):
RM2 = 40 (Jam Nyala) x Daya tersambung (kVA) x Biaya Pemakaian Blok I.
***) Diterapkan Rekening Minimum (RM):
RM3 = 40 (Jam Nyala) x Daya tersambung (kVA) x Biaya Pemakaian LWBP.
Jam nyala : kWh per bulan dibagi dengan kVA tersambung.
H1 : Persentase batas hemat terhadap jam nyala rata-rata nasional x daya tersambung (kVA).
H2 : Pemakaian listrik (kWh) - H1.
****) Biaya kelebihan pemakaian daya reaktif (kVArh) dikenakan dalam hal faktor daya rata-rata setiap bulan kurang dari 0,85 (delapan puluh lima per seratus).
Besar persentase batas hemat dan jam nyala rata-rata nasional ditetapkan oleh Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara dengan persetujuan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.
K : Faktor perbandingan antara harga WBP dan LWBP sesuai dengan karakteristik beban sistem kelistrikan setempat ( 1,4 ≤ K ≤ 2 ), ditetapkan oleh Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perusahaan Listrik Negara.
WBP : Waktu Beban Puncak.
LWBP : Luar Waktu Beban Puncak.

No comments: